Perusahaan Sukanto Tanoto APRIL Group Raih Penghargaan Sebagai Perusahaan Terbaik dalam Bidang Program UN SDGs

Sumber: aprildialog.com

APRIL Group selalu berkomitmen untuk menjalankan praktek industri yang berbasis pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Sejak dicanangkannya program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDGs), perusahaan Sukanto Tanoto langsung menunjukkan respon positif dengan mengambil gerak cepat demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pada bulan Januari 2019 lalu, upaya tersebut berbuah manis. APRIL Group dinobatkan sebagai perusahaan terbaik dalam bidang program UN SDGs. Penghargaan ini pun diberikan secara langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia pada kala itu, Bambang Brodjonegoro dan Presiden Indonesia Business Council of Sustainable Development (IBCSD), Shinta Kamdani.

Filosofi Bisnis Sukanto Tanoto

Raihan penghargaan sebagai perusahaan terbaik dalam program UN SDGs (Sustainable Development Goals) merupakan buah dari filosofi bisnis yang menjadi dasar dari praktek bisnis perusahaan Sukanto Tanoto.

Sang pendiri Royal Golden Eagle (RGE) yang juga merupakan induk usaha dari APRIL Group selalu memegang filosofi 5C dalam menjalankan bisnisnya. Bagi Sukanto Tanoto, bisnis bukan hanya sebatas mencari keuntungan semata. Bisnis juga harus bisa memberikan kebaikan. Inilah yang menjadi dasar dari filosofi bisnis grup RGE.

Dalam prakteknya, filosofi 5C ini mengacu pada 5 subjek yang meliputi community, costumer, country, climate dan company. Dengan filosofi 5C sebagai fondasi, perusahaan Sukanto Tanoto ingin membawa kebaikan kepada komunitas, pelanggan, negara, iklim dan perusahaan.

Fokus APRIL Group untuk Penuhi Target SDGs

Dalam memenuhi target SDGs (Sustainable Development Goals), perusahaan Sukanto Tanoto fokus pada 3 aspek inti dan 4 aspek katalistik. Ketiga aspek inti yang dimaksud di sini adalah konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, tindakan terhadap iklim dan yang terakhir ekosistem daratan.

Pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, APRIL Group menerapkan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Daur ulang material sisa kegiatan operasional adalah salah satunya.

Sejak tahun 2010, APRIL Group mendaur ulang black liquor yang merupakan salah satu sisa aktivitas operasional pabrik pulp dan kertas menjadi biofuel dan metanol. Hal ini dilakukan melalui proses evaporasi dan distilasi. Biofuel dan metanol ini pun kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam kegiatan produksi perusahaan Sukanto Tanoto.

Isu perubahan iklim juga menjadi perhatian perusahaan Sukanto Tanoto. Demi membantu mengatasi perubahan iklim, APRIL Group menerapkan peta jalan lahan gambut yang dirancang IPEWG (Independent Peat Expert Working Group) serta membangun menara flux di daerah restorasi hingga area konsesi perkebunan. Lewat menara tersebut, APRIL Group bisa mengetahui data emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dan membantu mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

Perusahaan Sukanto Tanoto juga secara aktif ikut terlibat dalam menjaga ekosistem daratan melalui program Restorasi Ekosistem Riau (RER). Program ini berfokus pada upaya konservasi dan restorasi lahan gambut seluas 150 ribu hektar di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang di Riau.

Sedangkan untuk target katalistik, perusahaan Sukanto Tanoto lebih fokus pada aspek kesehatan dan kesejahteraan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, pendidikan berkualitas dan yang terakhir kemitraan.

Selain berkontribusi melalui APRIL Group, keterlibatan Sukanto Tanoto dalam membawa kebaikan kepada sesama, lingkungan dan negara juga dilakukan lewat organisasi yang ia dirikan, yakni Tanoto Foundation. Melalui organisasi ini, ia menunjukkan kepeduliannya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak pertama kali didirikan, Tanoto Foundation telah banyak membuahkan program-program berkualitas.

Sukanto Tanoto percaya, dengan pendidikan yang berkualitas, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan. Semangat inilah yang selalu mendorong Tanoto Foundation dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.